Sabtu, 09 Juni 2012

Proposal Penelitian TP


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING             TURNAMEN GAME TEAM (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VI SD NEGERI 021 PENGALIHAN KERITANG         KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
OLEH : USMAN EFENDI

BAB I
PENDAHULUAN
  A.    Latar Belakang Masalah
                      Dalam menghadapi era globalisasi dan perkembangan zaman saat sekarang ini maka tuntutan akan pengembangan sistem pendidikan nasional harus mengacuh pada kebutuhan, serta dapat dilaksanakan secara baik dan menyeluruh dalam berbagai aspek kebutuhan dari setiap tingkat dan jenjang pendidikan. Untuk menjawab tantangan zaman tersebut dituntut kerja keras dan tanggung jawab dari semua pihak yang terkait dalam pengembangan sistem pendidikan nasional.  Pada bidang pendidikan banyak hal-hal yang harus diperhatikan, mulai dari kurikulum pembelajaran serta perangkatnya, pasilitas pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan, media, dan teknik-teknik pembelajaran yang disenangi dan mudah dipahami oleh siswa. Untuk itu sangat diharapkan fungsi profesionalisme tenaga pendidik agar dapat mengupayakan pendidikan yang bermutu.
                      Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Pembelajaran Pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar. Tujuan pembelajaran adalah terwujutnya efisiensi dan efektivitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik.
                      Peserta didik adalah salah satu komponen pendidikan yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar. Di dalam proses belajar mengajar, siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Siswa atau peserta didik akan menjadi faktor penentu, sehingga menuntut dan mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya. Jadi dalam proses belajar mengajar yang diperhatikan pertama kali adalah siswa atau peserta didik, bagaimana keadaan dan kemampuannya, baru setelah itu menentukan komponen-komponen yang lain. Apa bahan yang diperlukan, bagaimana cara yang tepat untuk bertindak, alat dan fasilitas apa yang cocok dan mendukung, semua itu harus disesuaikan dengan keadaan / karakteristik siswa. Itulah sebabnya siswa atau peserta didik merupakan subjek belajar.

                      Permasalahan yang berkaitan dengan hasil belajar siswa di kelas, guru harus jeli dan bisa mencari jalan keluarnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dialami oleh siswa. Karena akibatnya akan patal dan menghambat perkembangan intelektual siswa dalam proses pembelajaran. Jalan keluar, dalam mengatasi masalah belajar siswa adalah guru harus mampu menerapkan strategi baru yang mudah dipelajari, dipahami, dan disenangi oleh siswa. Strategi baru yang akan diterapkan disini adalah penggunaan teknik-teknik pembelajaran kooperatve learning yaitu Turnamen Game Team (TGT) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)  kelas VI (enam) SD, karena teknik-teknik pembelajaran kooperatif Turnamen Game Team (TGT) dianggap mudah dipelajari dan bisa dipergunakan untuk semua usia anak didik.
                      Pendekatan pembelajaran tradisional yang diterapkan selama ini cenderung kurang memperhatikan potensi yang dimiliki oleh siswa atau peserta didik. Kalaulah kita perhatikan, ketika anak belajar di TK, anak-anak begitu antusias, gembira, dan alami. Sifat keingintahuan mereka sangat tinggi, mereka bertanya dan ingin mencoba segala hal yang baru dilihatnya. Namun semangat belajar mereka menurun seiring dengan meningkatnya jenjang pendidikan mereka. Terlebih pada saat mereka  di perguruan tinggi, mereka menjadi lebih pendiam bahkan cenderung menjadi pasif. Termasuk dalam permasalahan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). IPS memiliki peran yang penting dalam kehidupan umat manusia. IPS menjadi pembantu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran IPS dalam kehidupan umat manusia, maka sangat penting pula bagi siswa untuk memahami nilai-nilai IPS.
                    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) termasuk komponen utama mata pelajaran dalam pendidikan, tidak hanya menyajikan pengetahuan sosial semata-mata, melainkan juga membina siswa menjadi warga masyarakat dan warga Negara yang memiliki tanggung jawab. Maka pokok bahasan yang disajikan, tidak hanya terbatas pada materi yang bersifat pengetahuan melainkan juga meliputi nilai-nilai yang wajib melekat pada diri siswa sebagai warga masyarakat dan warga Negara.
                Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran utama yang diberikan mulai dari jenjang Pendidikan Dasar, Menengah, dan  bahkan sampai ke perguruan tinggi. IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah yang mengkaji berbagai peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosial. Melalui mata pelajaran IPS, siswa diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, patriotis, bertanggung jawab, dan menjadi warga dunia yang cinta damai sebagaimana yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003.
                                      Berdasarkan pengamatan dan pengalaman peneliti sebagai guru IPS di kelas VI, menunjukkan bahwa motivasi dan hasil belajar IPS siswa masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari gejala antara lain :  1)  Dari 40  0rang siswa, hanya 19 orang siswa yang mencapai nilai criteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah yaitu 65 (data terlampir),  2) Kurangnya keinginan siswa untuk mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapatnya dalam proses pembelajaran di kelas, dari 40 orang siswa hanya beberapa orang saja yang bertanya, bahkan siswa yang sering bertanya siswa itu-itu saja,  3)   Kurangnya kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran, hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran, dari 40 siswa hanya 15 orang yang dapat mengerjakan dengan cepat dan benar,  4) Kurangnya perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru, hal ini terlihat dari adanya sebagian siswa yang sering ribut atau bercerita dengan teman sebangku ketika guru menjelaskan materi pembelajaran di kelas.
                                    Untuk memperoleh hasil belajar yang diinginkan dalam pembelajaran IPS diperlukan pendekatan atau model pembelajaran yang dapat mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga siswa benar-benar belajar dan memaknai pembelajarannya. Model pembelajaran yang digunakan guru selama ini jarang melibatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa. Guru sudah berusaha semampunya untuk menggunakan model pembelajaran yang belum perna dilakukannya seperti membentuk kelompok belajar. Pada proses pembelajaran kelompok ini siswa belum dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompoknya khususnya bagi siswa yang berkemampuan rendah. Siswa yang berkemampuan tinggi tetap tidak mau mengajarkan temannya yang berkemampuan rendah. Sehingga hasil belajar yang baik hanya diperoleh oleh siswa yang berkemampuan tinggi. Seharusnya, dalam pembelajaran kooperatif, setiap anggota kelompok harus saling membantu, yang cepat harus membantu yang lemah. Selain itu, siswa masih ditempatkan sebagai objek, dalam belajar guru masih ditempatkan sebagai subjek, atau guru masih ditempatkan sebagai sumber belajar, guru kurang memotivasi siswa dalam belajar. Keadaan situasi belajar seperti ini sedikit banyaknya akan berpengaruh pada hasil belajar siswa.
                    Memperhatikan masalah di atas peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif yang melibatkan seluruh siswa dengan mengimplementasikan keterampilan kerja kelompok dalam pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu strategi dalam pembelajaran yang mendorong siswa aktif bertukar pikiran sesame temannya dalam memahami suatu topic pelajaran. Dalam kelompok kooperatif siswa belajar bersama, saling membantu, dan berdiskusi, serta bersama-sama dalam menyelesaikan suatu kegiatan belajar. Siswa selalu berusaha hadir dalam kelas secara teratur, berusaha keras untuk membantu dan mendorong semangat teman-teman sekelompoknya untuk sama-sama berhasil. Dengan demikian pembelajaran kooperatif dapat memacu semangat siswa saling membantu dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran.
                    Salah satu usaha guru yang dapat dilakukan adalah menerapkan strategi pembelajaran yang bertujuan mengaktifkan siswa yaitu supaya siswa mau bertanya tentang materi yang sedang dipelajari terlebih dahulu kepada teman sekelompoknya. Bersemangat untuk mengerjakan latihan serta mempunyai rasa tanggung jawab dengan tugas dan kelompoknya. Maka perluh digunakan pembelajaran kooperatif. Saat ini pembelajaran kooperatif semakin berkembang. Salah satu pembelajaran kooperatif yang mudah dipelajari dan bisa dipergunakan untuk semua usia anak didik adalah tife Turnamen Game Team (TGT).
                    Slavin (2008; 167) menyatakan bahwa Turnament Game Team (TGT) dapat memberikan kesempatan kepada guru untuk menggunakan kompetisi dalam suasana yang konstruktif / positif. Para siswa menyadari bahwa kompetisi merupakan sesuatu yang mereka hadapi setiap saat, tetapi Turnament Game Team (TGT) memberikan mereka peraturan dan strategi untuk bersaing sebagai individu setelah menerima bantuan dari teman kelompok mereka. Mereka membangun ketergantungan atau kepercayaan diri dalam tim asal mereka yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk merasa percaya diri ketika mereka bersaing dalam turnament.
               Dengan penerapan Turnament Game Team (TGT) akan meningkatkan daya saing siswa sehingga suasana kelas akan menjadi lebih hidup. Artinya dengan Turnament Game Team (TGT) timbul semangat setiap siswa untuk memperhatikan potensi yang dimilikinya agar dapat memperoleh skor secara individu maupun untuk kelompoknya masing-masing. Semangat yang ditimbulkan akan berpengaruhterhadap peningkatan kemampuan siswa dalam menyerap meteri yang disampaikan guru, yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar siswa.
               Menyadari permasalahan-permasalahan sebelumnya, peneliti ingin melakukan suatu penelitian tindakan sebagai upaya dalam melakukan perbaikan terhadap pembelajaran dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Learning Turnament Game Team (TGT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belar Siswa Kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir.



B.          Identifikasi Masalah
                  Berdasarkan latar belakang masalah terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi        rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS antara lain disebabkan :
1.    Model pembelajaran kelompok yang diterapkan guru selama ini belum mengikuti langkah-langkah pembelajaran kelompok sebagaimana yang diterapkan para ahli yang melibatkan seluruh siswa. Sehinggah siswa yang pintar dominan memilih anggota kelompoknya yang sama-sama pintar. Hal ini menyebabkan tidak meratanya pembagian kelompok, atau kelompoknya belum heterogen.
2.       Motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran IPS masih rendah.
3.       Tidak terjadi persaingan antar siswa dalam pembelajaran, karena yang aktif hanya siswa yang berkemampuan intelektual tinggi. Sedangkan siswa yang kemampuannya rendah masih pasif.
4.       Siswa yang berkemampuan tinggi tidak peduli dengan anggota kelompoknya, ia cenderung mengerjakan tugas kelompoknya sendiri tanpa menghiraukan teman-temannya.
5.       Guru cenderung mengejar target penyampaian materi pelajaran, sehinggah lebih banyak menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran yang membuat siswa pasif.
6.       Dalam kerja kelompok cenderung hanya mengharapkan siswa yang pintar untuk bertanya dan menjawab pertanyaan dari kelompok lain.
7.       Rendahnya hasil belajar siswa.

C.           Pembatasan Masalah
            Berdasarkan identifikasi masalah, penelitian ini hanya dibatasi pada penerapan model pembelajaran kooperatif tife Turnamen Game Team (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir.


D.    Perumusan Masalah
            Berdasarkan identifikasi masalah, selanjutnya peneliti merumuskan permasalahan yang akan diteliti. Hal ini berguna agar peneliti lebih terarah dam menuju sasaran yang diharapkan. Masalah yang dirumuskan adalah sebagai berikut :
1.       Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tife Turnamen Game Team(TGT)     dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir ?
2.       Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif Turnamen Game Team (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir ?
E.     Tujuan Penelitian
                        Berdasarkan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk :
1.       Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir, melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Turnamen Game Team (TGT).
2.       Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir, melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Turnamen Game Team (TGT).

F.     Manfaat Hasil Penelitian
                        Manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.       Bagi penulis sendiri, sebagai peneliti sekaligus guru mata pelajaran IPS di SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir untuk peningkatan dan pengembangan profesionalisme sebagai seorang guru mata pelajaran IPS.
2.       Bagi siswa kelas VI, SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir sebagai subjek penelitian yang berimplikasi langsung terhadap perbaikan atau peningkatan motivasi dan hasil belajar selama proses pembelajaran IPS.
3.       Bagi SD Negeri 021 Keritang Kabupaten Indragiri Hilir, sebagai salah satu masukan dalam rangka memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran terutama pada pembelajaran IPS.
4.       Guru bidang studi IPS sebagai bahan masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pelajaran IPS sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS siswa.
5.       Sebagai pedoman atau landasan berpijak bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang peningkatan motivasi dan hasil belajar IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik Turnamen Game Team (TGT) dengan memanfaatkan temuan penelitian ini.
6.       Untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar